Pak Harto kerumahku kemarin, Pak Harto datang seorang diri tanpa pengawal, tanpa nama Presiden, PakHarto agak kurus namun rambutnya tetap rapi dan mengkilat.
Pak Harto menyalami aku, Pak harto duduk di ruang tamu.
dengan sorot mata penuh harap seolah Pak Harto ingin menyampaikan harapan-harapannya kepadaku, Pak Harto ingin bertanya padaku :
Kenapa Negeri Indonesiaku seperti sekarang ini? BBM naik, rakyat menderita, pejabat korup, kondisi hukum yang tidak pasti, daya beli masyarakat yang rendah.
sayang, aku tidak lama berbincang dengan Pak Harto, karena Pak Harto tergesa-gesa meninggalkan aku. Aku belum sempat menyuguhkan kopi, atau minimal segelas air putih.
Pak Harto, saya ini bukan siapa-siapa, saya hanya bloger, kenapa Pak HArto membebankan tanggung jawab bangsa ini kepadaku,
tetapi, baiklah. Karena aku yang dipilih, aku tidak akan menolak. Karena aku bloger,maka untuk membangun bangsaku ini, aku akan menulis di Blog.
Selamat Jalan PAk Harto,
Pribadi baru hanya sebaru pada apa yang baru dipelajarinya.
Bila ia tidak belajar hal baru, maka ia sama usangnya dengan apa yang pernah dipelajarinya, masa lalu.
semiskin-miskinnya orang baik, ia adalah orang yang berhasil. Karena ia sukses menjadi orang baik.
Dan, sekaya-kayanya orang jahat, ia Orang yang gagal, Karena ia tidak berhasil jadi orang baik.
ILYAS AFSOH / 031 605 608 60
DIarsipkan di bawah: coba | Tagged: BANGSA, BBM, BCC, Cinta, DLL, EGP, EKONOMI, gadis, HIDUP, INDONESIA, JILBAB, MATI, motivasi, pAK hARTO, POLITIK, puisi, SOSIAL






kata Ayahku, mimpi ketemu dengan Orang besar, maka kita akan mendapat anugerah besar.
semoga
hehehehehehe..
dijaman pak harto kita juga sering dikenakan kenaikan harga minyak kan..
malah sekarang kita semua ditinggalin hutang yang tak akan terbayar sampe 7 turunan…
jangan berat sebelah ah..
SBY sudah berusaha keras…
kenaikan ini disekuruh dunia kok…
dan kalo kita diusbsidi mulu
ekonomi kita tambah parah…
sekarang kita berantas aja dulu koruptor2 itu…
ilyas afsoh : setuju, mulai dari diri sendiri
Jadi kangen Pak Harto nih …
saya masih menyimpan puisi “senyum Pak Harto” yang saya buat waktu kelas 1 SMP dulu. Terlepas dari segala kontroversial nya, hari ini saya ingin mengucapkan ‘terima kasih’ kepada beliau. Semoga tenang disisi-Nya.
ilyas afsoh : Orang baik seperti anda, akan mendapatkan doa yang lebih baik.
saya juga kemarin kedatangan pak harto, tetanggagu yang TNI AU, he.. he..
walah, ternyata saya ini masih bau kencur, miskin dan jahat…
kata-kata sampeyan memotivasi banget cak…
Memang pak harto dulu pernah menjadikan Indonesia salah satu macan asia, semua serba murah akan tetapi itu semua bermodalkan Hutang yang berjangka kurang lebih 20 sampai 30 tahun, dan ketika sekarang jatuh tempo pak harto sudah tidak lagi menjadi presiden jadi yang terbebani adalah pemimpin dan masyarakat sekarang. Mau tidak mau pemerintah harus berusaha untuk menutup hutang yang mendesak waktu jatuh temponya, dan dari itu pemerintah harus mencabut subsidi yang tidak lain adalah untuk menutup kekurangan APBN. dan karena itulah lumrah kalau sekarang barang-barang menjadi mahal. selamat jalan pak harto.
ilyas afsoh : saya ajak Anda mengupayakan keajaiban melalui bloger
Kalau saya yang dikunjungi Pak Harto (maksudnya mantan presiden Soeharto khan) seperti itu maka saya akan langsung tunjuk hidungnya. Saya akan ucapkan: “Ini kan semua warisan Anda. Hutang-hutang yang Anda Buat selama Anda memimpin telah membuat negeri ini terpuruk. Andalah biang keladi keterpurukkan ekonomi hari ini. Sungguh pandai Anda menipu orang-orang tua kami dulu dengan memberikan kehidupan yang seolah makmur, tapi dibangun dengan landasan hutang. Sekarang kami yang harus membayar apa yang Anda lakukan dulu. Sungguh kejam Anda kalau Anda masih bertanya kenapa negeri ini terpuruk sekarang ini.” Begitu kira-kira jawaban saya.
ilyas afsoh : Anda memang tegas, andai saya bisa setegas Anda
Salam kenal Mas ilyasafsoh.
mantap bos
Tadi malam saya juga mimpi lho bang
saya kangen sama senyumnya eyang yg satu itu
kirain alm pak harto
mari terus belajar hal baru tuk negeri ini…
bibit keberuntungan adalah kebaikan, bibit kepintaran adalah belajar, mari kita belajar dan berbuat baik agar negeri kita makin maju aman dan sentosa.
salam
Kangen pak haro, dulu seering banget nonton kelompencapir di TVRI
Wah bisa mimpi ketemu Pak Harto. Saya termasuk yg sedih ketika beliau berpulang. Buat saya dia org yg baik, terlepas dari kesalahan dia.
selamat pak bersiaplah untuk menjadi orang besar .