Bloger Miskin yang Bahagia

ia, lelaki itu adalah seorang bloger yang miskin, yang tidak punya apa-apa, kantongnya selalu sepi dari dolar

ia tidak risau dengan pendapatan yang diperolehnya, ia tidak punya rumah, tidak punya mobil, apalagi tabungan di bank, NAMUN IA BAHAGIA.

ia sangat bersyukur walau hanya memiliki KTP & Paspor,

kemiskinannya dimulai saat ia menikahi mempelai hatinya, maka serta merta ia jatuh miskin, karena dengan RELA IA SERAHKAN SELURUH HARTAnya PADA ISTRINYA.

ia serahkan apapun miliknya, bahkan hidupnya digunakan untuk mengabdi pada sang istri,

ia lakukan karena ia cinta 100%, CINTA TANPA SYARAT

ia melakukan semuanya demi mempelai hatinya, dan sebagai balasan kemiskinannya :

IA MENDAPATKAN KESETIAAN ISTRInya, KESETIAAN YANG TULUS, kesetiaan pada suami yang menjadikannya wanita tercantik, terkaya, terhebat, 

Sungguh Pria miskin yang Bahagia.

ILYAS ASIA / 031 605 608 60 

12 Tanggapan

  1. bahagia itu gratis

    seandainya bahagia itu mahal dan memakai uang
    maka niscaya kita akan kehabisan uang untuk membeli kebahagiaan

  2. yang penting tetap bersyukurr…

  3. Tapi biasanya ada tuh yang nyelip di topi atau kaos kaki, he..he..

  4. Yang penting kan rupiahnya numpuk di bank hihih….
    Kasian deh bapak2 selalu segalanya dierahkan ke ibu2…. Hidup para Ibu2!!

  5. Semoga kebahagiaan itu terus melingkupi mas Ilyas :)

  6. kadang kekayaan tak menjamin kebahagiaan

  7. masih banyak mas yang lebih miskin….. saya contohnya, mbok saya ini dikasih uang gitu…..

  8. Salam
    UNCONDITIONAL LOVE??? is it true?? apakah betul-betul nyata??? *i wish i had* :(
    btw papa harta tapi kaya jiwa..lebih mendamaikan bukan?

  9. aduh
    aku tuh miskin bgt :)

  10. rendah diri yang berlebihan ntar bener2 jatuh melarat, becanda euy hehehe

  11. bahagia memang tidak bisa dilihat dari kekayaan seseorang,
    tapi dengan kekayaan kita bisa membahagiakan orang orang yang kita cintai.

  12. waa..sayah nda punya dolar..
    mau dunks dibagi rupiahnya:)

    *makasih sudah berkunjung*

Tinggalkan Balasan