ILYAS AFSOH | Penulis buku 33 cara Merevolusi hidup |
Berawal dari sebuah foto kenangan masa lalu, ide menulis bisa datang begitu lancar. maka pilihlah satu foto yang memberikan kesan terdalam dan luar biasa, lalu uraikan perasaan Anda ketika memandang foto tersebut.
Anda boleh menerangkan kejadiannya detail per detail, anda bisa menggambarkan dengan kemampuan yang anda miliki, tumpahkan semua emosi dan perasaan serta apa yang Anda pikirkan ketika melihat foto tersebut.
di sini, ijinkan saya menuliskan perasaan saya ketika melihat foto yang juga sedang anda saksikan. Saya akan mengawalinya dengan menjelaskan bahwa foto ini adalah foto ketika saya ikut memberikan inspirasi kepada siswa-siswi SMP di kudus menjelan Ujian Nasional kala itu (15 Desember 2010. Saya melakukan uji coba keberanian siswa-siswi untuk maju ke depan, menyingkirkan rasa takut seketika. dan, Siswi yang berada di gambar adalah siswi yang beruntung karena berani maju ke depan sehingga berhak atas sebuah hadiah yang telah saya siapkan.
foto di ujung dekat papan adalah sahabat terbaik saya yang banyak memberikan ilmu serta wawasan baru dalam menjalani hidup, bersama pernah kami satu mobil menyeberangi gunung lawu tengah malam, sebuah perjalanan dari Semarang jawa tengah menuju surabaya jawa timur yang kami mampir di Magetan.
Saya pikir, cukuplah sampai di sini tulisan yang saya buat, sebagai cara saya melatih diri saya sendiri dalam membebaskan diri dari rutinitas pekerjaan yang menyita waktu ketika saya ingin menulis, menulis, menulis sebuah karya. Menulis sebagai praktek eustress yang memecah pekerjaan besar dalam menulis buku menjadi potongan-potongan kecil berupa posting per hari di media blog gratis dan blog berbayar.
Filed under: 2 Inspirasi Menulis Buku Ditandai: | 2010 yang lalu, dari sebuah foto, di kudus, foto 2010, foto lama, inspirasi menulis, kenangan indah, menulis buku kedua









Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Ilyas…
Foto selalunya memberi pelbagai inspirasi buat tulisan kita berdasarkan hati dan peristiwa yang berlaku ketika itu. Ternyata sebuah foto bisa menggambarkan jiwa kita secara holistik dan menarik.
Sebaiknya, buat satu hari khusus untuk hidangan foto dan biarlah kita menaksirkan apa yang berlaku. Bisa barangkali.
Selamat dan sukses selalu.
===
Terima kasih Bunda atas support nya .
Bahasa bukan penghalang silaturahmi kita